Alumni Recommends Work Overseas

Bagi orang awam, bekerja di perusahaan asing adalah hal yang tabu. Tidak cinta tanah air adalah frasa sayup-sayup yang membayangi benak mahasiswa. Namun, kuliah tamu Senin lalu (10/4) memberikan persepsi baru tentang bekerja di perusahaan asing.

Selain mahasiswa S1, acara yang berlangsung di Departemen Teknik Material ini juga dihadiri oleh para pemburu gelar master. Mengusung tema Tips Melewati Tes Wawancara Kerja, acara ini mendatangkan salah seorang alumni ITS, Djoko Ari Wibowo sebagai pembicara.

Menurut Djoko, bekerja pada perusahaan asing bukan berarti tidak cinta tanah air. “Cinta tanah air dan bekerja pada perusahaan asing adalah dua hal yang tidak saling terkait,” ungkapnya.

Bahkan, memilih bekerja di luar negeri sama halnya dengan memperbesar peluang para pencari kerja lain untuk mendapat pekerjaan di dalam negeri. Hal tersebut dikaitkan dengan problematika negeri yang memiliki keterbatasan jumlah lapangan kerja.

Selain itu, dengan bekerja di perusahaan asing secara tidak langsung juga menyumbangkan devisa bagi Indonesia. “Kami mendapat gaji dari luar negeri, tapi membelanjakannya di dalam negeri. Tentunya Indonesia lebih diuntungkan dalam hal ini,” ungkap pria yang tengah bekerja sebagai Consultant Drilling Supervisor di Petronas Carigali Malaysia ini.

Djoko sendiri telah bekerja di ladang minyak sejak tahun 2001 hingga kini, dengan berbagai pengalaman pada perusahaan jasa minyak, kontraktor pengeboran, dan operasi besar migas bumi. Seperti Halliburton, Transocean, ConocoPhillips hingga Petronas Carigali.

Dalam ceramahnya, Djoko berpesan agar mahasiswa tidak memandang tabu terkait bekerja pada perusahaan asing, apalagi segan untuk melamar. “Jangan sinis terhadap orang yang bekerja di luar negeri apalagi minder,” tutur Djoko dalam kuliahnya. (qi/riz)

Source : https://www.its.ac.id/berita/101694/en

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *