KUNJUNGAN DAN PENJAJAKAN KERJA SAMA JTMM DENGAN ANADOLU UNIVERSITY

KUNJUNGAN DAN PENJAJAKAN KERJA SAMA JTMM DENGAN ANADOLU UNIVERSITY

Pernahkah kita membayangkan sebuah universitas dengan jumlah mahasiswa 1,7 juta orang?  Bagaimana cara mengelolanya? Hal ini dapat kita temui di Anadolu University. Universitas yang berada di sebuah kota tua bernama Eskisehir sekitar 200 km dari Istambul, Turki. Eskisehir juga sebagai kota bersejarah di Turki dimana awal sejarah kekhalifahan Turki Usmani (Othoman Empire) yang didirikan oleh Ustman Gazi berasal dari kota ini.

Kepala Jurusan Teknik Material dan Metalurgi (JTMM), Dr. Agung Purniawan,ST.M.Eng berkesempatan untuk mengunjungi universitas tersebut selama seminggu (17 – 24 April 2016) dalam program Staff Mobility Program yang merupakan salah satu program Uni Eropa yang bernama Erasmus+. Program ini mengharuskan dosen yang telah lolos seleksi untuk mengajar mata kuliah di jurusan masing – masing yang sesuai untuk sharing keilmuan dan sekaligus memperkenalkan ITS dan mengadakan diskusi dengan beberapa staff di Anadolu Univeristy untuk menggali potensi kerjasama yang bisa dilakukan nanti.

Universitas Anadolu menjadi salah satu universitas dengan jumlah mahasiswa terbesar di dunia karena mengembangkan program pendidikan jarak jauhnya (distance learning) yang sudah mulai tahun 1985. Beberapa cabang dari universitas ini di Azerbaijan, Bosnia, Serbia dan beberapa negara di Eropa Timur. Teknologi pembelajaran seperti ini sangat penting dan harus dikembangkan di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan khususnya bagi ITS sebagai Eastern Part Indonesia University Network (EPI UNET) yang merupakan pintu gerbang untuk pendidikan di Indonesia Timur.  Selain itu ada yang menarik dalam desain kampus Anadolu University yaitu terdapat 18 perusahan keramik yang memiliki pusat penelitian di dalam kampus.

Pada kesempatan kunjungan ini, dilakukan beberapa kegiatan. Pertama adalah ITS dan Anadolu University menyusun kemungkinan kerja sama untuk kegiatan staff exchange dan student exchange juga. Selain itu, dibahas juga mengenai kemungkinan adanya beasiswa untuk student exchange dengan menggunakan beasiswa yang berasal dari pemerintah Turki, bernama MEVLANA. Selain itu, Dr. Agung Purniawan,ST.M.Eng melakukan diskusi dengan Kepala Jurusan Materials Science and Engineering (MSE), Prof Dr Guisay Arslan, dalam rangka penjajakan kerja sama antara kedua instansi. Terakhir, Dr. Agung Purniawan,ST.M.Eng juga melakukan sharing ilmu dengan mahasiswa MSE dengan mengajar mata kuliah Mechanical Behaviour of Materials.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *