[REPOST] Belajar Jadi Pemimpin Hingga ke Turki

Berkat kegigihan niat agar dapat menjadi pemimpin yang baik, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengejar ilmu hingga ke Turki. Mereka mengikuti program Delightful Antalya, Istanbul Winter School 2017 di Istanbul Aydin University (IAU), Sabtu (14/1).

Program berlangsung selama dua pekan hingga Sabtu (28/1). Jodie Steven adalah salah satu delegasi ITS yang memilih program kepemimpinan. Baginya, menjadi pemimpin yang baik tidaklah mudah.

“Tidak hanya sekedar belajar teori, namun mengimplementasikan teori merupakan poin penting yang harus diperhatikan,” tegas Jodie.

Selama mengikuti program tersebut, Jodie mendalami sub-bab dari teori kepemimpinan. Diantaranya faktor yang memengaruhi kepemimpinan, lima tingkat kepemimpinan, keterampilan berkomunikasi dan manajemen, situasi kepemimpinan, mengatasi perbedaan dalam tim, membangun tim, hingga manajemen konflik dalam tim.

Faktor yang memengaruhi kepemimpinan adalah keterampilan, sifat, situasi dan kondisi. Lima tingkat kepemimpinan yang dipelajari adalah kepemimpinan dasar, perkenaan, produktivitas, mengembangkan orang lain, dan puncak kepemimpinan.

“Masing masing tingkat kepemimpinan ini tergantung pada bagaimana alasan orang orang mau menjadi pengikutnya,” ujar mahasiswa Departemen Teknik Material ITS ini.

Menurut Jodie, keterampilan berkomunikasi dan manajemen merupakan bagian integral dari kepemimpinan. Materi ini langsung diterapkan pada tugas akhir yaitu presentasi dan menyerahkan konsep biografi tentang pemimpin dunia.

“Pada tugas akhir ini, tim kami kami memilih Dr Hc Ir Tri Rismaharini MT sebagai tokoh pemimpin yang kami presentasikan. Saya senang karena kami berhasil menyelesaikan presentasi dengan baik,” tutur lembut pria yang hobi bermain badminton ini.

Selebihnya, situasi kepemimpinan, mengatasi perbedaan dalam tim, membangun tim, dan manajemen konflik dalam tim, diimplementasikan melalui permainan dan kunjungan. Salah satu kunjungannya adalah ke Menara Galata, salah satu menara tertua di Turki dengan cerita bersejarah.

“Kebanyakan, teori kepemimpinan yang saya dapat, langsung dipraktikan dalam keseharian saya di sana,” ucapnya tersenyum kecil.

Semua pembelajaran tersebut disampaikan oleh dosen asal Seattle College, Amerika. Ialah Dr Jill Wakefield dan Dr Andrea Insley dari Seattle.  Menurut  Jodie, dosen favoritnya  ini memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan materi.

“Jadi, selama di kelas kami dituntut untuk selalu aktif. Dosennya selalu melempar pertanyaan maupun topik pembahasan  kepada kami. Dan memberikan kesempatan bertanya di setiap ia berhenti bicara,” tutur Jodie.

Tidak perlu menunggu akhir  pembahasan, tambahnya, yang paling terasa berbeda adalah apresiasi dari dosen. “Dr  Jill dan Dr Andrea  tidak pernah lupa memberi apresiasi kepada muridnya. Sehingga kami merasa senang dan tidak pernah bosan saat pembelajaran berlangsung,” pungskasnya juga. (mir/hil)
Source : https://www.its.ac.id/berita/101637/en

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *